Balipustakanews.com, Denpasar – Angin segar berembus bagi kancah sepak bola di Pulau Dewata. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali mulai melakukan transformasi menyeluruh, dari perubahan format kompetisi kasta terendah hingga penguatan fondasi sumber daya manusia (SDM) sepak bola daerah.
Langkah konkret itu diawali melalui audiensi jajaran Pelaksana Tugas (Plt.) Asprov PSSI Bali dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (17/1/2026).
Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan strategis: Kompetisi Liga 4 PSSI Bali 2025/2026 resmi mengusung nama Piala Gubernur Bali.
Sekretaris Umum Asprov PSSI Bali, Dewa Made Teges Wirawan, menyebut dukungan gubernur menjadi suntikan moral bagi klub-klub amatir di Bali.
“Kehadiran kami disambut baik oleh Bapak Gubernur. Nantinya Liga 4 akan bernama Piala Gubernur Bali. Surat rekomendasi dan penunjang lainnya didukung langsung oleh beliau,” ujar Teges, Minggu (18/1).
Perubahan nama kompetisi ini diharapkan mampu mengangkat pamor Liga 4 Bali, menarik sponsor baru, serta meningkatkan minat penonton sehingga kompetisi akar rumput kembali bergairah.
Transformasi yang digulirkan Asprov tak berhenti pada aspek kompetisi. Penguatan SDM menjadi prioritas utama, terutama melalui peningkatan kualitas pelatih dan wasit. Dalam sosialisasi program kerja di Bali United Cafe sehari sebelumnya, Asprov mengumumkan rencana penyelenggaraan Kursus Pelatih Lisensi D dengan biaya lebih terjangkau.
Program tersebut membuka peluang bagi mantan pemain maupun pegiat sepak bola untuk menapaki jalur profesional sebagai pelatih. Di sisi lain, kursus wasit C3 juga akan dievaluasi dan ditata ulang demi melahirkan perangkat pertandingan yang lebih kompeten dan berintegritas.
Seluruh terobosan itu diarahkan pada target jangka panjang, yakni kesiapan Bali menghadapi PON XXII Tahun 2028. Asprov PSSI Bali menargetkan pembentukan tim Pra PON yang matang agar mampu bersaing di ajang yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain sepak bola putra, program pengembangan juga menyentuh sektor sepak bola usia muda, sepak bola wanita, futsal, hingga sepak bola pantai. Pendekatan multi-sektor ini diharapkan memperluas basis pembinaan atlet di Bali.
Saat ini organisasi berada di bawah kendali Plt. hingga Juli 2026. Dalam enam bulan ke depan, fokus pengurus adalah menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan seluruh program strategis berjalan sebelum pemilihan Ketua Umum definitif periode selanjutnya.
Dengan semangat bergerak cepat, Asprov PSSI Bali ingin membuktikan bahwa masa transisi kepemimpinan bukan hambatan untuk mencetak kemajuan. Justru sebaliknya, momentum ini dijadikan titik awal kebangkitan sepak bola Bali menuju prestasi yang lebih tinggi (red).





