Balipustakanews.com, Denpasar – PT Satria Trans Jaya selaku operator bus Trans Metro Dewata (TMD) merespons positif wacana Gubernur Bali Wayan Koster yang ingin menghadirkan layanan bus kota tersebut di Kabupaten Buleleng. Operator menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan TMD di wilayah Bali Utara sebagai langkah awal penataan kembali transportasi umum.
Direktur Utama PT Satria Trans Jaya Ketut Eddy Dharmaputra mengatakan pengoperasian TMD di Buleleng dapat menjadi momentum menghidupkan kembali angkutan umum yang dalam beberapa tahun terakhir kian ditinggalkan masyarakat.
“Angkutan umum semestinya menjadi kewajiban pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Itu sudah diatur dalam undang-undang,” kata Eddy kepada detikBali, Senin (12/1/2026).
Ia menilai Buleleng sebagai wilayah yang terus berkembang membutuhkan perencanaan transportasi publik sejak dini agar tidak terlambat menata mobilitas warganya. Menurut Eddy, kelompok masyarakat menengah ke bawah masih sangat membutuhkan angkutan umum yang mudah diakses dan terjangkau.
“Dulu di Denpasar masih banyak bemo dengan rute dalam kota, sekarang bergeser ke kendaraan pribadi. Padahal, bagi masyarakat menengah ke bawah, angkutan umum yang murah dan mudah itu kebutuhan. Tidak bisa terpenuhi kalau kendaraan pribadi terus bertambah,” ujarnya.
Meski menyatakan siap, Eddy mengaku belum bisa merinci kebutuhan jumlah armada maupun kepastian rute yang akan dilayani di Buleleng. Hal tersebut, kata dia, masih menunggu pembahasan dan kajian dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perhubungan.
“Tergantung kajian dari Dinas Perhubungan, mulai dari kebutuhan unit, jumlah armada yang ideal, hingga rute-rute yang memiliki potensi bangkitan penumpang. Biasanya itu melalui survei perhubungan,” jelas mantan Ketua Organda Bali tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan komitmen untuk mengoperasikan layanan bus rute Singaraja–Denpasar dan sebaliknya setiap hari setelah seluruh proyek shortcut Singaraja–Mengwitani rampung. Pemprov Bali menargetkan 12 titik shortcut tersebut selesai seluruhnya pada 2030.
Selain rute antarkota, Pemprov Bali juga berencana memperluas layanan Trans Metro Dewata ke Buleleng. Koster menyebut Bali juga akan menerima bantuan 10 unit bus listrik dari Korea yang direncanakan beroperasi di Buleleng dengan tarif sewa murah.
“Kita akan membawa layanan Trans Metro Dewata ke Buleleng. Paling lambat September nanti, Bali mendapat bantuan 10 unit bus listrik dari Korea yang akan dioperasikan di Buleleng dengan tarif sewa murah,” kata Gubernur Koster saat acara peletakan batu pertama proyek Shortcut titik 9–10 di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (7/1/2026) (red).






