Balipustakanews.com, Badung – Pemerintah Kabupaten Badung tengah mempercepat proyek pemasangan pagar pembatas (reling) di Jembatan Tukad Penet, yang menghubungkan wilayah Desa Sangeh, Badung, dengan Desa Cau Belayu, Tabanan. Pekerjaan ini merupakan bagian dari program pengamanan jembatan yang sebelumnya juga dilakukan di Jembatan Tukad Bangkung, Petang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pemasangan pagar pengaman sudah dimulai pada sisi utara jembatan dari arah barat. Sejumlah pekerja tampak memasang tiang-tiang baja galvanis setinggi sekitar empat meter yang menjadi struktur utama pembatas. Namun, bagian jaring pelindung dan atap pelengkung pada rangka tersebut masih dalam tahap persiapan pemasangan.
“Ya, betul itu bagian dari pekerjaan yang sama dengan Tukad Bangkung. Saat ini pengerjaan dilakukan oleh Dinas PUPR Badung,” ujar Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, Selasa (14/10/2025).
Proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp3 miliar yang bersumber dari APBD Badung. Target penyelesaiannya ditetapkan hingga 12 November 2025, dengan total panjang reling mencapai 136 meter membentang di antara dua wilayah kabupaten. Setelah selesai, hasil pekerjaan akan dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Bali, mengingat jembatan tersebut berada di ruas jalan provinsi.
Teddy menambahkan, pemasangan pagar baja tersebut merupakan tahap awal dari total masa kerja 150 hari. Fokus utama saat ini adalah memastikan struktur utama berdiri kokoh dan siap dipasangi elemen pelindung tambahan seperti kawat dan atap lengkung.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai tindakan yang tidak diinginkan di area jembatan tinggi tersebut. “Selain untuk keamanan, pemasangan reling ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Badung menilai, Jembatan Tukad Penet Sangeh memiliki ketinggian yang hampir setara dengan Jembatan Tukad Bangkung, sehingga diperlukan langkah pengamanan ekstra untuk meminimalkan risiko dan potensi insiden serupa yang pernah terjadi di jembatan lainnya.
Dengan tambahan pagar pengaman ini, Pemkab Badung berharap seluruh pengguna jalan dapat merasa lebih aman saat melintas di jalur strategis yang menghubungkan dua kabupaten tersebut, sekaligus menjaga citra kawasan sebagai jalur wisata yang tertata dan berkeselamatan. (pr)






Discussion about this post