Balipustakanews.com, Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri pelaksanaan Ngaben Masal Kinembulan, Asti Wedana, dan Mendak Nuntun di Desa Adat Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (12/9). Kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyerahkan punia sebesar Rp150 juta sebagai bentuk partisipasi pemerintah untuk membantu pelaksanaan upacara ngaben massal. Menurutnya, bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus memastikan upacara adat tetap berjalan dengan lancar dan penuh makna.
“Dengan adanya program ini, setidaknya warga diringankan bebannya dalam menjalankan hutang rna, yaitu kewajiban anak cucu kepada leluhur, khususnya orang tua. Melalui bantuan Pemkab Klungkung, pelaksanaan upacara ini bisa terasa lebih ringan,” ujar Bupati Satria.
Bupati Satria juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan ngaben massal. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana melaksanakan kewajiban adat, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan antarwarga tanpa memandang perbedaan wangsa maupun latar belakang sosial.
“Ngaben massal ini adalah wujud kebersamaan dan persatuan masyarakat. Dengan gotong royong, semua rangkaian upacara bisa terlaksana dengan baik dan penuh keharmonisan,” tambahnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Tusan, Ngakan Putu Gede Bawa, menjelaskan bahwa ngaben massal tahun ini diikuti 84 sawa atau jenazah. Rangkaian upacara telah dimulai sejak awal September dan akan mencapai puncaknya pada 14 September 2025, yang akan dihadiri seluruh krama desa beserta keluarga dari para sawa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, sehingga upacara bisa terlaksana dengan lancar dan sesuai tradisi,” ungkap Bendesa Adat Tusan.
Ngaben massal di Desa Adat Tusan menjadi contoh nyata pelestarian adat yang berjalan selaras dengan dukungan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan tradisi warisan leluhur tetap lestari sekaligus meringankan beban masyarakat. (rls/pr)






Discussion about this post