Balipustakanews.com, Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menghadiri rangkaian upacara Rsi Yadnya Diksa Pariksa lan Padiksaan yang dilaksanakan di Griya Apuan, Jalan Cempaka No. 10, Lingkungan Pekandelan, Semarapura Klod, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Selasa (2/9). Upacara ini merupakan momen sakral dalam proses penyucian diri bagi seorang calon sulinggih, yakni Ida Bagus Gede Adnyana dan Anak Agung Istri Iriani.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, Bupati Satria menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar setelah melalui prosesi ini, sulinggih yang telah disucikan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat atas terlaksananya upacara diksa pariksa. Kami berharap ke depannya beliau dapat menjalankan tugasnya dengan baik, bijaksana, serta menjadi teladan bagi umat. Seorang sulinggih diharapkan mampu memberikan pencerahan dan sinar kesucian bagi umat se-dharma,” ujar Bupati Satria.
Lebih lanjut, Bupati Satria menegaskan bahwa peran sulinggih tidak hanya terbatas pada memimpin upacara yadnya, tetapi juga menjadi pengayom masyarakat. Sulinggih diharapkan senantiasa menjalankan swadarma—tugas suci dan tanggung jawabnya dengan tulus dan ikhlas.
“Selain muput upacara yadnya, seorang sulinggih juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengayomi masyarakat. Dengan ketulusan dan keikhlasan, sulinggih dapat menjadi sumber pencerahan dan pembimbing rohani bagi kita semua,” imbuhnya.
Sebagai wujud dukungan, Bupati Satria menyerahkan punia secara simbolis kepada pihak keluarga dan pihak griya yang menyelenggarakan upacara. Penyerahan punia ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi pemerintah daerah terhadap upacara keagamaan yang sarat makna spiritual.
Upacara Rsi Yadnya Diksa Pariksa lan Padiksaan ini merupakan tahapan penting dalam perjalanan spiritual seorang calon sulinggih sebelum resmi menjalankan tugasnya sebagai pemimpin upacara dan pembimbing rohani dalam masyarakat Hindu. Prosesi ini juga mencerminkan komitmen untuk menjaga kemurnian ajaran serta pelestarian tradisi leluhur di Kabupaten Klungkung.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Dewa Made Tirta, serta sejumlah undangan dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan tokoh spiritual dalam menjaga kelestarian budaya dan spiritualitas Bali.
Acara berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan dan nuansa spiritual yang kental. Di akhir prosesi, seluruh pihak yang hadir berharap agar Ida Bagus Gede Adnyana dan Anak Agung Istri Iriani dapat mengemban tugas sebagai sulinggih dengan penuh pengabdian demi kebaikan dan keharmonisan umat (rls/pr)






Discussion about this post