Balipustakanews.com, Tabanan – Seekor anjing liar di kawasan Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali, dinyatakan positif rabies setelah menggigit 15 orang pendaki. Dari jumlah tersebut, enam orang masih mendapatkan perawatan intensif di UGD Puskesmas Pupuan I.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan segera mengambil langkah penanganan darurat. Dinas Pertanian Tabanan berkoordinasi dengan Puskeswan, Camat Pupuan, Unit Reaksi Cepat (URC), Dinas Kesehatan, serta pihak Puskesmas untuk memberikan penanganan medis terhadap para korban.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gede Eka Parta Ariana, menjelaskan bahwa seluruh korban sudah ditangani sesuai prosedur, mulai dari pencucian luka hingga pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Sampai kemarin, ada enam orang korban dirawat di UGD Puskesmas Pupuan I, sementara tiga orang lainnya menjalani perawatan lanjutan di Kota Denpasar,” ujar Eka, Selasa (23/9).
Ia menambahkan, masyarakat diimbau agar tidak panik menghadapi kasus ini, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi gigitan hewan, warga diminta segera melapor dan melakukan penanganan awal sesuai prosedur kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, I Made Rimayasa, membenarkan adanya 15 pendaki yang digigit anjing liar tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/9) sekitar pukul 11.00 Wita di jalur pendakian. Ia memastikan bahwa hewan yang menyerang para pendaki merupakan anjing liar yang kerap terlihat di puncak gunung.
Menurut Rimayasa, banyaknya anjing liar di kawasan itu diduga akibat sisa makanan yang ditinggalkan para pendaki, sehingga hewan-hewan tersebut terbiasa berada di sekitar jalur pendakian. “Kalau di puncak sekarang memang banyak sekali anjing liar. Karena banyak pendaki, mereka mungkin betah di sana karena ada makanan yang tersisa,” jelasnya. (kmp/pr)





Discussion about this post