Balipustakanews.com, Klungkung – Suasana penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Bakti Sosial Gema Perdamaian 2025 yang digelar di Banjar Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (10/8). Kegiatan sosial yang diinisiasi Komunitas Pengayah Gema Perdamaian ini berlangsung meriah dan sarat makna, sekaligus menjadi rangkaian perayaan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan dan kepedulian komunitas serta seluruh pihak yang mendukung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih hidup kuat di tengah masyarakat Klungkung.
Dalam sambutannya, Bupati Satria menekankan bahwa bakti sosial kali ini menghadirkan sesuatu yang unik sekaligus luar biasa, karena mampu menggabungkan pelayanan medis modern dengan pengobatan tradisional dan spiritual.
“Keseimbangan ini penting untuk terus dijaga. Kolaborasi antara ilmu kedokteran dengan pengobatan spiritual merupakan sebuah langkah inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan fisik maupun ketenangan batin,” ungkap Bupati Satria.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, serta menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggelar kegiatan serupa.
Selain menyapa warga, Bupati juga memberikan motivasi kepada para pelajar yang ikut hadir memeriahkan acara. Ia mendorong para siswa agar terus bersemangat menuntut ilmu demi mewujudkan cita-cita mereka.
“Adik-adik adalah harapan masa depan Klungkung. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadilah generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Dengan begitu, Klungkung akan memiliki generasi emas yang membanggakan,” pesannya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua Panitia Yayasan Komunitas Gema Perdamaian, dr. Laksmi Duarsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian komunitas terhadap masyarakat. Melalui kegiatan ini, pihaknya berupaya menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat antara komunitas dengan masyarakat luas.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Gema Perdamaian menggandeng Komunitas Satu Hati dan Gotra Pengusada Bali. Kolaborasi ini melahirkan tiga elemen utama kegiatan, yaitu: Pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemeriksaan kesehatan umum dengan melibatkan tenaga medis profesional. Pengobatan tradisional dan fisioterapi sebagai upaya menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
“Tujuan utama dari bakti sosial ini adalah meringankan beban masyarakat, sekaligus mempererat nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar dr. Laksmi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Pikat. Mereka tidak hanya mendapatkan bantuan berupa sembako dan pelayanan kesehatan, tetapi juga merasakan suasana keakraban dan persaudaraan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, diharapkan nilai-nilai perdamaian, kebersamaan, dan solidaritas terus tumbuh subur di masyarakat Klungkung. Bupati Satria pun berharap semangat yang ditunjukkan Gema Perdamaian dapat menjadi teladan sekaligus inspirasi dalam memperkuat persaudaraan antarwarga.








Discussion about this post