Balipustakanews.com, Badung – Sejumlah kepala negara dan perwakilan Forum Air Dunia (WWF) ke-10 akan menghadiri jamuan makan malam selamat datang di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali pada Minggu malam (19 Mei). Sekitar 2.300 orang akan berpartisipasi dalam acara tersebut, baik tamu undangan atau presenter VVIP dan undangan lainnya.
Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis dan Presiden Dewan Air Dunia (WWC) Loïc Fauchon juga akan menghadiri makan malam tersebut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menyambut tamu negara mulai pukul 19.30 Wita.
“Saya yakin persiapannya matang dan tentunya sangat baik,” kata Direktur Hubungan Pemerintah dan Perizinan Alam Sutera Group selaku Direktur Taman Budaya GWK dalam keterangan tertulisnya, Minggu pagi.
Rangkaian kegiatan makan malam diperkirakan akan berlanjut hingga pukul 22.00 WITA. Hidangan tradisional khas Indonesia juga disuguhkan kepada para tamu undangan. Para tamu undangan juga akan dihibur dengan beberapa tayangan bertema WWF. Sejauh ini, beberapa kepala negara sudah tiba di Bali, seperti Perdana Menteri Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, dan Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere. Belakangan, mantan presiden Hongaria, Janos Ader, juga turut serta sebagai tamu istimewa. Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch sudah memastikan kehadirannya namun belum tiba di Bali.
Para menteri atau pejabat setingkat menteri dari beberapa negara turut hadir dalam jamuan makan malam GWK tersebut. Negara-negara tersebut antara lain Australia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Kongo, Mesir, Prancis, Kenya, Palestina, Filipina, Arab Saudi, Senegal, Singapura, Tanzania, Timor Timur, Tunisia, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan 13.448 orang dari 148 negara dijadwalkan berpartisipasi dalam WWF ke-10 di Bali. Delegasi VVIP tersebut terdiri dari 8 kepala negara dan wakil bupati, 3 utusan khusus, dan 38 menteri.
Ketua PHRI Kabupaten Badung Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan, gelaran WWF ke-10 membantu meningkatkan okupansi hotel di kawasan Nusa Dua hingga 100 persen. Bahkan, hotel-hotel di luar lokasi acara utama seperti Jimbaran, Kuta, Sanur, dan Ubud juga ikut disemprot.
“Ini akan berdampak lebih luas pada pelaku bisnis lainnya, seperti restoran,” kata Rai.WWF ke-10 akan diadakan pada tanggal 18 hingga 25 hingga Mei 2024 di Nusa Dua, Bali. Diadakan setiap tiga tahun sejak tahun 1997, forum global ini membahas empat tema terkait air. Mulai dari konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi hingga mitigasi bencana alam. (PR/DTK)






Discussion about this post