𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 – Pelaksanaan upacara suci Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Untuk memastikan kelancaran acara keagamaan tersebut, sebanyak 160 personel pecalang diterjunkan ke lokasi.
Upacara yang menjadi magnet bagi ribuan umat Hindu atau pemedek ini dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, yakni dari tanggal 2 hingga 12 April 2026. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, sistem pengamanan pun dilakukan secara ekstra dan terpadu.
Kelihan Pecalang Desa Adat Batur, Nengah Wintra, menjelaskan bahwa pengamanan kawasan pura tidak hanya mengandalkan pecalang setempat. Pelaksanaan di lapangan mengedepankan sinergi lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur aparat dan keamanan.
“Pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh pihak bersinergi untuk memastikan karya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ungkap Nengah Wintra, Sabtu (4/4/2026).
Adapun unsur pengamanan gabungan yang dilibatkan mencakup anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangli, prajurit TNI, hingga personel Polri. Dukungan keamanan juga datang dari pecalang lintas wilayah, termasuk bantuan dari Kabupaten Gianyar dan Buleleng.
Selain menyiagakan ratusan personel di titik-titik krusial, petugas gabungan memfokuskan perhatian pada manajemen rekayasa arus lalu lintas dan penataan kantong parkir di sekitar kawasan pura.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dini terhadap potensi lonjakan volume kendaraan dan pemedek, terutama saat mendekati hari-hari puncak upacara. Terkait hal tersebut, Wintra turut memberikan imbauan khusus kepada masyarakat yang hendak beribadah.
“Kami mengimbau para pemedek agar mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kenyamanan bersama,” tambahnya.
𝗦𝗶𝘁𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝘆𝗮 𝗦𝗮𝗿𝗮𝘀𝘄𝗮𝘁𝗶
Bertepatan dengan peringatan Hari Raya Suci Saraswati pada Sabtu (4/4/2026) hari ini, pergerakan di kawasan Pura Ulun Danu Batur terpantau stabil. Jumlah pemedek yang hadir tercatat berada dalam kondisi normal.
Dampaknya, arus lalu lintas kendaraan menuju kawasan suci tersebut dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan maupun kemacetan yang berarti.
Secara keseluruhan, situasi keamanan dan ketertiban di dalam area tempat suci maupun di area luar pura sangat terkendali. Kondisi kondusif ini dinilai sebagai cerminan nyata dari kuatnya kolaborasi antara aparat, pecalang, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesucian serta kelancaran Karya Ngusaba Kedasa (aa).





